Cara Menerapkan Frugal Living Ala Jennifer Lawrence, Tetap Hidup Sederhana Walau Kaya Raya

Di tahun 2014, Forbes memutuskan Jennifer Lawrence sebagai Aktris Berpendapatan Paling tinggi waktu itu. Sementara di tahun 2023, Celebrity Net Worth memberikan laporan jika bintang Hunger Game ini sudah mempunyai keseluruhan kekayaan sampai 160 juta USD (lebih dari Rp2,4 triliun menurut kurs 26 Juli 2023).

Jejeran film box office Situs togel terpercaya yang diperankan sudah bawa Jennifer Lawrence ke pucuk keberhasilan. Tetapi walau dapat beli “segala hal”, rupanya J-Law malah pilih mengaplikasikan hidup simpel.

Dalam soal property, J-Law ternyata berusaha beradaptasi pendapatan. Sementara sejumlah artis yang menginvestasikan uangnya dalam model rumah eksklusif, Jennifer Lawrence ternyata punyai penghitungan yang semakin lebih ketat.

Dalam interviu dengan ELLE di tahun 2013, diakuinya masih tinggal dengan orangtuanya di dalam rumah simpel yang dibeli di tahun 2006 di Santa Monica. Masalahnya ia berasa aneh bila harus tinggal dalam mansion besar seorang diri. Ia baru beli rumah kembali di Beverly Hills Agen togel terpercaya di tahun 2014, sesudah sukses menjadi bintang Hunger Game dan berasa punyai cukup uang untuk membeli.

Sebelumnya sempat beli rumah di New York City, tetapi selanjutnya dipasarkan kembali, sekarang ini Jennifer tinggal dengan suami dan anaknya di tempat tinggal yang berada di Manhattan. Ia beli rumah itu di tahun 2020, pada harga sekitaran 22 USD juta, di mana nominal itu cuma seperdelapan dari keseluruhan kekayaannya.

Kesederhaan hidup Jennifer Lawrence kelihatan dari kendaraan yang dikenainya. Car Website India memberikan laporan jika Jennifer Lawrence sebetulnya mempunyai 9 koleksi mobil eksklusif, dengan salah satunya yang paling mahal ialah Mercedes-Benz S-Class (sekitaran Rp1,8 milar).

Meskipun begitu, ia masih sukai memakai Volkswagen EOS yang harga cuma sekitaran Rp400 juta-an. Mobil itu ialah kendaraan lama yang dipunyai J-Law saat sebelum sukses.

Dalam interviu dengan Now Daily, Jennifer Lawrence mengutarakan jika ia masih selalu cari beberapa barang yang murah waktu belanja. Bukanlah karena tidak sanggup beli barang mahal, tetapi ia berasa harus memperoleh produk yang mempunyai harga logis.